BAB I
PENDAHULUAN

A.   Pengertian Sehat

Menurut para ahli:

Konsep sehat menurut Parkins (1938) adalah suatu keadaan seimbang yang dinamis antara bentuk dan fungsi tubuh dan berbagai faktor yang berusaha mempengaruhinya. Menurut White (1977)

Sehat adalah suatu keadaan di mana seseorang pada waktu diperiksa tidak mempunyai keluhan ataupun tidak terdapat tanda-tanda suatu penyakit dan kelainan.

Menurut Pepkin’s Sehat adalah suatu keadaan keseimbangan yang dinamis antara bentuk tubuh dan fungsi yang dapat mengadakan penyesuaian, sehingga dapat mengatasi gangguan dari luar.  Berdasarkan definisi di atas, pengertian sehat adalah keseimbangan tubuh baik di dalam mapun di luar sehingga terjadi ketenangan  dan kenyaman dalam menjalani hidup, baik suka maupun duka.

B.   Pengertian Kesehatan

Kesehatan menurut WHO

Pengertian Kesehatan menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 1948  menyebutkan bahwa pengertian kesehatan adalah sebagai “suatu keadaan fisik, mental, dan sosial kesejahteraan dan bukan hanya ketiadaan penyakit atau kelemahan”.
Pada tahun 1986, WHO, dalam Piagam Ottawa untuk Promosi Kesehatan, mengatakan bahwa pengertian kesehatan adalah “sumber daya bagi kehidupan sehari-hari, bukan tujuan hidup Kesehatan adalah konsep positif menekankan sumber daya sosial dan pribadi, serta kemampuan fisik.

Kesehatan menurut UU no. 23 Tahun 1992

Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi.

Kesehatan menurut Larry Green dan para kolega

Definisi yang bahkan lebih sederhana diajukan oleh Larry Green dan para koleganya yang menulis bahwa pendidikan kesehatan adalah kombinasi pengalaman belajar yang dirancang untuk mempermudah adaptasi sukarela terhadap perilaku yang kondusif bagi kesehatan. Jadi berdasarkan beberapa definisi di atas , Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Jenis Kesehatan

Kesehatan berdasarkan sifatnya dibagi atas 2 yaitu :
1. Kesehatan Rohani
2. Kesehatan Jasmani

B
. Penjelasan

1. Kesehatan Rohani

A.Pengertian Kesehatan Rohani

          Istilah “KESEHATAN MENTAL” di ambil dari konsep mental hygiene. Kata mental di ambil dari bahasa Yunani, pengertiannya sama dengan psyche dalam bahasa latin yang artinya psikis, jiwa atau kejiwaan. Jadi istilah mental hygiene dimaknakan sebagai kesehatan mental atau jiwa yang dinamis bukan statis karena menunjukkan adanya usaha peningkatan. (Notosoedirjo & Latipun,2001:21).

Menurut Dr. Jalaluddin dalam bukunya “Psikologi Agama” bahwa:

Kesehatan mental merupakan suatu kondisi batin yang senantiasa berada dalam keadaan tenang, aman dan tentram, dan upaya untuk menemukan ketenangan batin dapat dilakukan antara lain melalui penyesuaian diri secara resignasi (penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan).

Sedangkan menurut paham ilmu kedokteran, kesehatan mental merupakan suatu kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual dan emosional yang optimal dari seseorang dan perkembangan itu berjalan selaras dengan keadaan orang lain.

Zakiah Daradjat mendefenisikan bahwa mental yang sehat adalah terwujudnya keserasian yang sungguh-sungguh antara fungsi-fungsi kejiwaan dan terciptanya penyesuaian diri antara individu dengan dirinya sendiri dan lingkungannya berdasarkan keimanan dan ketakwaan serta bertujuan untuk mencapai hidup bermakna dan bahagia di dunia dan akhirat. Jika mental sehat dicapai, maka individu memiliki integrasi, penyesuaian dan identifikasi positif terhadap orang lain. Dalam hal ini, individu belajar menerima tanggung jawab, menjadi mandiri dan mencapai integrasi tingkah laku.

Dari beberapa defenisi yang telah dikemukakan di atas, maka dapat dipahami bahwa orang yang sehat mentalnya adalah terwujudnya keharmonisan dalam fungsi jiwa serta tercapainya kemampuan untuk menghadapi permasalahan sehari-hari, sehingga merasakan kebahagiaan dan kepuasan dalam dirinya. Seseorang dikatakan memiliki mental yang sehat, bila ia terhindar dari gejala penyakit jiwa dan memanfatkan potensi yang dimilikinya untuk menyelaraskan fungsi jiwa dalam dirinya.

B.Ciri-Ciri  Mental/ Rohani yang Sehat
          Adapun cirri-ciri rohani yang sehat yaitu sebagai berikut:

1. Terhindarnya orang dari gejala – gejala gangguan jiwa (neurose) dan dari gejala

    – gejala  penyakit jiwa(psychose).

2. Kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan diri sendiri, dengan orang lain

    dan

    masyarakat serta lingkungan dimana ia hidup.

3. Pengetahuan dan perbuatan yang bertujuan untuk mengembangkan dan

memanfaatkan segala potensi, bakat dan pembawaan yang ada semaksimal mungkin, sehingga membawa   kepada kebahagian diri dan orang lain; serta terhindar dari gangguan – gangguan dan penyakit jiwa.

4. Terwujudnya keharmonisan yang sungguh – sungguh antara fungsi – fungsi jiwa, sertamempunyai kesanggupan untuk menghadapi problem – problem biasa yang terjadi, dan   merasakan secara positif kebahagian dan kemampuan dirinya.
5. Pikiran sehat tercermin dari cara berpikir atau jalan pikiran.

6.  Emosional sehat tercermin dari kemampuan seseorang untuk mengekspresikan emosinya,  misalnya takut, gembira, kuatir, sedih dan sebagainya.

7. Spiritual sehat tercermin dari cara seseorang dalam mengekspresikan rasa syukur, pujian, kepercayaan dan sebagainya terhadap sesuatu di luar alam fana ini, yakni Tuhan Yang   Maha Kuasa. Misalnya sehat spiritual dapat dilihat dari praktik keagamaan seseorang.

    Dengan perkataan lain, sehat spiritual adalah keadaan dimana seseorang menjalankan  ibadah dan semua aturan-aturan agama yang dianutnya.

C. Faktor- factor Penyebab Gangguan mental
     Adapun factor penyebab gangguang mental / rohani pada seseorang yaitu sebagai berikut:

1. Krisis Ekonomi

    Krisis ekonomi dalam keluarga/ diri sendiri dapat menyebabkan seseorang  mengalami stress, depresi, sehingga dapat mengakibatkan orang melakukan hal negative.

2. Kekurangan fisik

    Orang yang memiliki kekurangan fisik, bisa saja menjadi tidak percaya diri, takut, benci, bahkan sampai ingin mengakhiri hidupnya. Hal itu terjadi karena mereka selalu dicemoohkan, merasa tersisihkan, dan tidak terima/ tidak kuat menghadapi cobaan hidup.

3. Mental yang Lemah

    Orang yang memiliki mental yang lemah akan cepat stress (down) jika sedikit saja mendapat kesulitan. Ada 3 kemungkinan penyebabnya yaitu :

1. Mental yang lemah karena bawaan sejak lahir
2. Karena tidak/ belum terbiasa menjalani cobaan hidup yang berat.
3. Tekanan Bathin

    Tekanan bathin merupakan factor akhir yang selanjutnya akan menuju pada gangguan bathin. Seorang yang hidup layak, namun selalu mendapat tekanan, dapat memicu stress, rasa takut, benci dan perasaan  tidak tenang.

D. Gejala Gangguan Mental/ Kesehatan Rohani

          Golongan yang kurang sehat mentalnya adalah orang yang merasa terganggu ketentraman hatinya. Adanya abnormalitas mental ini biasanya disebabkan karena ketidakmampuan individu dalam menghadapi kenyataan hidup, sehingga muncul konflik mental pada dirinya . Gejala-gejala umum yang kurang sehat mentalnya, yakni dapat dilihat dalam beberapa segi, antara lain:

1. Perasaan Orang yang kurang sehat mentalnya akan selalu merasa gelisah karena kurang mampu   menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapinya.

2. Pikiran
Orang yang kurang sehat mentalnya akan mempengaruhi pikirannya, sehingga ia merasa kurang mampu melanjutkan sesutu yang telah direncanakan sebelumnya, seperti tidak dapat berkonsentrasi dalam melakukan sesuatu pekerjan, pemalas, pelupa, apatis dan sebagainya.
3. Kelakuan
Pada umumnya orang yang kurang sehat mentalnya akan tampak pada kelakuan-  kelakuannya yang tidak baik, seperti keras kepala, suka berdusta, mencuri, menyeleweng, menyiksa orang lain, dan segala yang bersifat negatif.

E. Upaya Menuju Kesehatan Rohani

Dari penjelasan tersebut di atas, maka dalam hal ini tentunya pembinaan yang dimaksud adalah pembinaan kepribadian secara keseluruhan. Pembinaan mental secara efektif dilakukan dengan memperhatikan faktor kejiwaan sasaran yang akan dibina. Pembinaan yang dilakukan meliputi pembinaan moral, pembentukan sikap dan mental yang pada umumnya dilakukan sejak anak masih kecil. Pembinaan mental merupakan salah satu cara untuk membentuk akhlak manusia agar memiliki pribadi yang bermoral, berbudi pekerti yang luhur dan bersusila, sehingga seseorang dapat terhindar dari sifat tercela sebagai langkah penanggulangan terhadap timbulnya kenakalan remaja.

Adapun langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menuju kesehatan rohani yaitu sebagai berikut:

1. Berolah raga. Penelitian menunjukkan bahwa olah raga lebih efektif dalam mencegah dan   mengobati depresi daripada obat-obatan.

2. Ekspresikan cinta. Memberi dan mendapatkan cinta kasih membuat hidup kita bahagia.

    Mencurahkan cinta kasih kepada keluarga, kerabat dan orang lain adalah  kunci

    kebahagiaan rohani. Membantu orang lain membuat hidup kita lebih  bermakna

    dan  kehadiran kita diharapkan.

3. Kurangi Menonton Televisi, Film dan Video/Online Game. Menonton televisi, film atau  bermain game berlebihan dapat mempengaruhi kesehatan mental kita. Kekerasan dalam  tayangan berita, film laga, dan game dapat mengurangi keseimbangan emosional, membuat depresi dan mempengaruhi respon emosi  kita.

4. Rekreasi di luar rumah. Cobalah untuk menjauhi rutinitas dengan menghabiskan waktu di  alam. “Terapi hijau” bisa menjadi salah satu cara efektif untuk menemukan kedamaian batin, dan menenangkan pikiran kita, menemukan pencerahan dan membebaskan dari pikiran negatif.

5. Hindari mengisolasi diri. Menjadi bagian dari komunitas yang saling memberikan dukungan dan bertemu secara teratur dapat sangat membantu kita melewati krisis dan teta

6. Jaga pikiran selalu aktif dengan membaca. Membaca bisa menjadi kegiatan penguatan mental, terutama jika kita fokus pada bacaan yang positif. Berlangganan beberapa majalah  atau membeli buku-buku biografi yang  mendidik bermanfaat bagi kesehatan mental Anda.

7. Jadilah pribadi yang lebih terorganisir. Hindari menunda-nunda pekerjaan,  dan bersihkan   dan tatalah harta  benda Anda.    Singkirkan kekacauan.Buang   barang barang     yang tidak     terpakai,    selesaikan atau    delegasikan    pekerjaan yang menggantung, dan bila perlu,  mintalah bantuan orang  lain  untuk  menyelesaikan

PR-PR Anda.

2.     Kesehatan Jasmani

A. Pengertian  Kesehatan Jasmani
          Adapun pengertian kesehatan jasmani menurut beberapa ahli yaitu :

a) Sadoso Sumosardjuno (1989 : 9) mendefinisikan Kesegaran Jasmani adalah kemampuan   seseorang untuk menunaikan tugasnya sehari-hari dengan gampang, tanpa merasa lelah  yang berlebihan, serta masih mempunyai sisa atau cadangan tenaga untuk menikmati waktu senggangnya dan untuk keperluan-keperluan mendadak. dengan kata lain Kesegaran

 jasmani dapat pula didefinisikan sebagai  kemampuan untuk menunaikan tugas dengan  baik walaupun dalam keadaan sukar, dimana orang yang kesegaran jasmaninya kurang, tidak akan dapat melakukannya.

b) Agus Mukhlolid, M.Pd (2004 : 3) menyatakan bahwa Kesegaran Jasmani adalah   kesanggupan dan kemampuan untuk melakukan kerja atau aktivitas, mempertinggi daya kerja dengan tanpa mengalami kelelahan yang berarti atau berlebihan.

c) Sumosardjuno dan Giri Widjojo menyatakan kesegaran jasmani adalah kemampuan tubuh untuk menyesuaikan fungsi alat-alat tubuh dalam batas fisiologi terhadap keadaan lingkungan atau kerja fisik secara efisien tanpa lelah berlebihan.

d)    Suratman (1975)   kesegaran jasmani adalah suatu aspek fisik dari  kesegaran menyeluruh  (total fitness) yang memberi   kesanggupan  kepada seseorang  untuk menjalankan     hidup   yang   produktif    dan   dapat     menyesuaikan  pada    tiap pembebanan atau stres fisik yang layak.

          Berdasarkan beberapa definisi di atas,   kesehatan  jasmani  adalah  keadaan yang bugar dari tubuh/ fisik kita yang  memberikan  kemampuan untuk  menjalani segala   aktifitas   sehari-hari,    tanpa   rasa   lelah  yang  berarti , sekalipun  dalam kesibukan yang padat.

B. Ciri-ciri Jasmani Yang Sehat
          Adapun cirri-ciri jasmani yang sehat yaitu sebagai berikut :
a. Kondisi tubuh fit dan  segar
b. Daya tahan tubuh baik/ bagus
c. Tidak cepat lelah
d. Berat badan dengan tinggi tubuh ideal
e. Bulu/rambut dan kuku tumbuh dengan normal
f. Fungsi organ tubuh bekerja dengan normal
g. Produktifitas bekerja dengan normal
h. Tidak ada gangguan/ penyakit dalam tubuh.
i.  Dapat menjalani aktifitas dengan baik dan normal

C. Faktor Penyebab Gangguang pada Kesehatan Jasmani
1. Keadaan Cuaca yang Buruk
Cuaca yang buruk biasanya lebih cepat menyebarkan penyakit, terutama bagi mereka yang alergi.
2. Sistem Imun yang Kurang Baik

      Apabila system imun kurang bagus, maka virus dan bakteri akan mudah masuk ke dalam tubuh. Maka dari itu, konsumsilah makanan  yang bergizi.

3. Faktor Genetik

      Orang yang memiliki penyakit bawaan sejak lahir/ dari gen orang tuanya, harus sedia payung sebelum hujan. Artinya, harus selalu menjaga pola hidup sehat, karena berpotensi mengalami penyakit yang sama.

4. Pola Hidup yang Kurang Baik

       Jika seseorang hannya mengkonsumsi junk food, makanan yang serba instan, serta tidak diimbangi dengan olahraga, hanya akan menimbun penyakit. Maka dari itu, ubahlah dengan pula hidup sehat.

5. Penyakit yang Berkepanjangan

      Penyakit yang berkepanjangan disebabkan oleh kebiasaan buruk, seperti suka menunda-nunda makan, sehingga orang tersebut menderita mag. Jika sudah begini, maka sakit tersebut akan terus berlanjut hingga ada yang sampai kronis.

D. Gangguan pada Kesehatan Jasmani

          Gangguan pada jasmani kita ada banyak macamnya, berikut beberapa diantaranya yaitu:

a) Obesitas

Obesitas disebabkan oleh penimbunan lemak yang berlebih, factor genetic dan tidak suka berolah raga. Jika sudah begini seseorang akan sulit bergerak, dan berpotensi besar menderita  struk dan sakit jantung.

b) Anemia

      Anemia merupakan penyakit kekurangan darah  karena factor genetic, terlalu

banyak mengeluarkan darah  dan kurang mengkonsumsi makanan yang    mengandung zat besi. Maka dari itu, dalam menu sehari-hari, imbangi dengan

Makana yang mengandung Zat besi.

c) Mag

      Mag adalah penyakit yang diakibatkan oleh kebiasaan yang suka menunda makan/ makan tidak sesuai waktu/telat makan. Mungkin sebagian orang meremehkan penyakit ini. Namun, mag merupakan penyakit berkepanjangan yang akan kita bawa sepanjang umur. Maka dari itu, jika memiliki mag seseorang harus selalu sedia obat pereda mag, karena mag tidak bisa di hilangkan, tapi bisa dkurangi rasa sakitnya.

E. Upaya Menuju Kesehatan Jasmani

          Upaya menuju kesehatan jasmani sebenarnya  mudah, namun kita terkadang lupa/ kurang memperhatikannya. Berikut upaya menuju kesehatan jasmani:

1. Aturlah pola makan Anda dengan baik. Artinya tidak sembarangan dan berlebihan dalam   memakan. Hal ini saya namakan  self control.

2. Olah ragalah dengan teratur. Artinya Olah raga sangat berguna untuk meningkatkan daya    tahan tubuh Anda, membakar lemak, serta meningkatkan metabolisme tubuh Anda.

3. Jangan terlalu memikirkan masalah secara berlarut-larut. Tetapi selesaikanlah masalah secara perlahan sambil mengucap syukur atas apa yang Anda hadapi. Seperti ada pepatah mengatakan: “Hati yang gembira adalah obat, tetapi semangat yang patah mengeringkan  tulang.” Jadi, Bersukacitalah senantiasa dalam menjalani hidup.

3. Makanlah makan-makanan yang bergizi. Sepertinya pola 4 sehat 5 sempurna perlu di tingkatkan lagi.

4. Istirahatlah yang cukup. Istirahat berguna untuk merefleksikan pikiran Anda sejenak dari aktivitas kehidupan yang Anda lakukan.

5. Berusahalah untuk menyediakan waktu refreshing untuk diri Anda sendiri bersama teman.

6. Berusahalah untuk  berpikir positif terhadap sesuatu yang datang untuk menantang ego  Anda.

7. Jagalah kebersihan Anda. Karena ada pepatah  mengatakan: “Kebersihan adalah sebagian dari iman.”

8. Berdoa. Doa untuk menjaga hubungan rohani Anda dengan Tuhan si pemberi kehidupan     dan kesehatan.

9. Minumlah air putih setiap hari dan minimal 8 gelas dalam sehari.

F. Menu Makanan Sehat

          Makanan sehat adalah makanan yang memiliki keseimbangan gizi, mengandung serat dan zat-zat yang diperlukan tubuh untuk proses tumbuh kembang. Berikut label beberapa bahan makanan yang mengandung 4 sehat 5 sempurna:

    karbohidrat : terdapat pada nasi, gandum, singkong, dan lain-lain
protein : banyak terdapat pada tahu, tempe, telur daging, dll
mineral : banyak terdapat pada sayur-sayuran
vitamin : banyak terdapat pada buah-buahan

          Hubungan Kesehatan Jasmani dan Rohani Orang seringkali mengabaikan kesehatan rohaninya, dan hanya memikirkan jasmaninya. Padahal sebenarnya, hubungan antara kesehatan jasmani dan rohani adalah saling terkait. Apabila salah satu mengalami masalah, maka akan mempengaruhi yang lainnya.

Sebagai contoh, apabila rohani terlalu tertekan oleh berbagai masalah duniawi, maka seseorang akan stress. Jika sudah begini, maka gejala awal penyakitnya adalah pusing/ migraine, tubuh panas atau demam. Keadaan tersebut sudah menunjukkan bahwa, antara kesehatan jasmani dan rohani saling mempengaruhi.

Keadaan jasmani yang baik, tidak selalu dibarengi oleh rohani yang baik pula. Maka dari itu, seseorang yang raganya terlihat sehat, tidak selalu terlihat ceria/ tampak penat. Hal itu karena rohaninya masih tidak baik. Orang dikatakan hidup sehat dan sejahtera, apabila jasmani dan rohaninya dalam keadaan baik-baik saja.

Berikut contohnya :

1. Orang kaya yang selalu makan enak dan sehat memiliki jasmani yang sehat dan terawat, namun dari garis wajahnya dia tampak   tidak ceria/ tidak fresh.    Hal itu karena rohaninya masih ada masalah/ memiliki   suatu beban dalam dirinya.   Jadi, belum tentu orang kaya    yang tinggal di rumah   yang besar memiliki hidup yang selalu bahagia. Berbeda halnya dengan

2. Orang sederhana yang selalu bekerja keras demi kehidupannya, dengan makanan sederhana seperti ubi, jagung dll.Walaupun dengan   makanan   seperti itu, dia tetap sehat  karena makanan tersebut tidak mengandung bahan pengawet/ kimia lainnya.

Selain itu,  garis wajahnya terlihat lebih  tenang dan ringan, daipada orang yang lebih mampu darinya.Hal itu karena antara jasmani dan rohaninya seimbang. Dimana, dia menjalani kehidupan dengan ikhlas, tanpa beban dan penuh syukur.

          Berdasarkan contoh di atas, kita dapat memetik  pelajaran bahwa, dalam menjalani hidup, kita wajib berusaha, untuk jasmani kita dan diimbangi juga untuk rohani kita,  dengan tetap bersyukur atas anugrah yang diberikan Tuhan. Dengan begitu, maka kesehatan jasmani dan rohani dapat seimbang.

 BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

          Kesimpulan yang dapat diambil dari pembahasan tersebut adalah kesehatan jasmani dan rohani saling terkait.Sekarang tergantung dari pribadi setiap individu. Apakah mereka hanya memikirkan jasmani saja, atau menyeimbangkan keduanya. Karena orang  dikatakan sejahtera/ benar-benar  sehat  apabila  kesehatan  jasmani dan rohani dalam dirinya seimbang.

B. Saran

Saran yang  dapat  disampaikan   dari pembahasan   tersebut    adalah dalam menjalani hidup kita  harus berusaha, bukan hanya untu k jasmani kita ,  t api juga untuk kesehatan rohani. Kesehatan rohani  dapat dicapai dengan selalu   menjalani hidup dengan  penuh usaha,   syukur dan ikhlas.  Dengan begitu,  mudah-mudahan kita bisa  menjalani   hidup dan  segala   cobaan dengan baik.   Sehingga, kita  bisa mencapai kebahagiaan baik jasmani maupun rohani.

DAFTAR PUSTAKA

http://bpi-uinsuskariau3.blogspot.com/2010/12/pengertian-kesehatan-mental-dan-konsep.html

http://infodari.com/apa-arti-kesehatan-menurut-para-ahli/

http://www.kowelanaku.com/search/label/manfaat%20buah-buahan

http://buahuntukdiet.com/pengertian-pola-hidup-sehat.html

http://kesehatan.kompasiana.com/medis/2012/04/03/siapa-bilang-hidup-sehat-itu-mahal/

http://www.pustakasekolah.com/pengertian-kesehatan-jasmani.html