KATAPENGANTAR 

Dengan memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, atas segala rahmat dan karuniaNya. Sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini tepat waktu.

Shalawat serta salam kita curah limpahkan kepada nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabat. Dalam makalah ini, penyusun memaparkan tentang individu dan interaksi sosial.

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan, baik dari segi tulisan maupun materi. Oleh karena itu, saran dan kritik yang bersifat membangun senantiasa penulis terima dengan senang hati. Penulis berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada pembaca.

Akhir kata, penulis mengucapkan terima kasih kepada segenap rekan dan pembaca. Semoga Allah SWT senantiasa memberkahi kita semua.

Desember 2013

Penulis,

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR ……………………………………………………………………….  i

DAFTAR ISI …………………………………………………………………………………… ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang ……………………………………………………………………………. 3

1.2. Rumusan Masalah ………………………………………………………………………. 4

1.3. Tujuan ……………………………………………………………………………………..  4

BAB II PEMBAHASAN

1

2

2.1   Sejarah Lahirnya Pancasila …………………………………………………………..  3

2.2   Ideologi ……………………………………………………………………………………. 3

2.3   Nilai-nilai Dasar yang Terkandung dalam Pancasila …………………………..  6

BAB III         

3.1  Kesimpulan ………………………………………………………………………………..  9

DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………………  10

BAB I

PENDAHULAN

 

1.1.   Latar Belakang

Bangsa Indonesia terkenal sebagai bangsa yang besar dan heterogen. Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa dengan berbagai macam agam, budaya, bahasa, dan adat istiadat.

Indonesia merupakan bangsa yang besar dan heterogen yang mampu bersatu dalam satu naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Banyak bangsa-bangsa yang besar dalam sejarahnya hancur karena tidak mampu mempertahankan semangat persatuan dan kesatuan. Akan tetapi, bangsa Indonesia mampu mempertahankan persatuan dan kesatuan. Hal ini disebabkan karena bangsa Indonesia telah sepakat menjadikan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara.

Pancasila sebagai dasar negara sering disebut ideologi negara. Pancasila digunakan sebagai dasar mengatur pemerintahan negara. Dengan kata lain, Pancasila digunakan sebagai dasar untuk penyelenggaraan negara.

Pancasila sebagai dasar negara tercantum dalam pembukaan UUD 1945 alinea IV. Sebagai dasar negara, Pancasila digunakan untuk mengatur seluruh tatanan kehidupan bangsa dan negara Indonesia. Segala sesuatu yang yang berhubungan dengan sistem pelaksanaan ketatanegaraan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus berdasarkan Pancasila. Semua peraturan yang berlaku di negara Republik Indonesia harus bersumber dari Pancasila.

1.2.   Rumusan Masalah

  1. Bagaimana sejarah lahirnya Pancasila?
  2. Apa yang dimaksud ideologi?
    1. Apa saja nilai-nilai dasar yang terkandung dalam Pancasila?

1.3.   Tujuan

  1. Untuk mengetahui sejarah lahirnya Pancasila.
  2. Untuk mengetahui pengertian ideologi.
  3. Untuk mengetahui nilai-nilai dasar yang terkandung dalam Pancasila.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1.   Sejarah Lahirnya Pancasila

Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Kata Pancasila berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu panca artinya lima, dan sila artinya prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Lima sendi utama penyusun Pancasila adalah ketuhanan yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Tanggal 1 Juni dan 1 Oktober di negara Indonesia merupakan dua tanggal yang memiliki nilai histori yang sangat berarti bagi maju berkembangnya Pancasila sebagai ideologi negara. Tanggal 1 Juni diperingati sebagai lahirnya Pancasila. Sesungguhnya pada tanggal 1 Juni 1945, Soekarno bukanlah penemu maupun pencipta Pancasila. Ia hanyalah penggali kembali ideologi yang sudah lama ada di kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu kala. Fakta ini memiliki makna bahwa Pancasila lahir jauh sebelum 1 Juni 1945.

Jauh sebelum Indonesia menganut Pancasila sebagai dasar negara, Pancasila sudah dianut dan menjadi dasar filsafat serta ideologi kerajaan Maghada pada dinasti Maurya sejak dipimpin oleh raja yang gagah perkasa, Ashoka (sekitar tahun 273 SM – 232 SM). Raja Ashoka merupakan penganut agama Budha yang taat. Pancasila sendiri merupakan ajaran yang diciptakan oleh sang Budha Siddharta Gautama.

Dengan berkembangnya ajaran Buddha, termasuk Indonesia. Negera kedua setelah kerajaan Maghada yang menjadikan Pancasila sebagai dasar negaranya yaitu kerajaan Majapahit di pulau Jawa yang berkembang hampir ke sepertiga Nusantara.

Dalam rapat BPUPKI pada tanggal 1 Juni 1945, Soekarno mengatakan “Saudara-saudara! Dasar negaras telah saya sebutkan, lima bilangannya. Inikah Panca Dharma? Bukan! Nama Panca Dharma tidak tepat di sini. Dharma berarti kewajiban, sedangkan kita membicarakan dasar, namanya buka Panca Dharma. Tetapi, saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa. Namanya ialah Pancasila. Sila artinya asas atau dasar dan di atas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia, kekal dan abadi. “

Kelima sila tadi adalah :

  1. Kebangsaan Indonesia
  2. Ineternasionalisme atau perikemanusiaan
  3. Mufakat atau demokrasi
  4. Kesejahteraan sosial
  5. Ketuhanan

Rumusan Pancasila ini kemudian dituangkan ke dalam bentuk Pancasila (lebih dikenal dengan Pancasila I) dan selanjutnya diubah lagi menjadi Pancasila II. Rumus Pancasila II ini atau lebih dikenal dengan Pancasila menurut Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945, baik mengenai sistematikanya maupun redaksinya sangat berbeda dengan rumus Pancasila I atau lebih dikenal dengan Pancasila Soekarno tanggal 1 Juni 1945. Pada rumus Pancasila I, ketuhanan yang berada pada sila kelima, sedangkan pada rumus Pancasila II, ketuhanan ada pada sila pertama, ditambah dengan anak kalimat dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya. Kemudian pada rumus Pancasila I, kebangsaan Indonesia berasa pada sila pertama. Redaksinya berubah sama sekali menjadi Persatuan Indonesia pada rumus Pancasila II. Tempatnya pun berubah, yaitu pada sila ketiga. Demikian juga pada rumus Pancasila I, internasionalisme atau peri kemanusiaan yang berada pada sila kedua. Redaksinya berubah menjadi “Kemanusiaan yang adil dan beradab”. Selanjutnya pada rumus Pancasila I, mufakat atau demokrasi, yang berbeda pada sila ketiga. Redaksinya berubah sama sekali pada rumus Pancasila II, yaitu menjadi “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan dan menempati sila keempat. Dan juga pada rumus Pancasila I, kesejahteraan sosial yang berada pada sila keempat. Maka, Pancasila pasa rumus II ini tentunya mempunyai pengertian yang jauh berbeda dengan Pancasila pada rumus I.

Namun isi dari piagam Jakarta selanjutnya juga diubah pada sila pertama dengan menghilangkan anak kalimat “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.”

2.2.   Ideologi

Kata ideologi berasal dari Yunani yang terbentu dari kata idea artinya gagasan, ide, cita-cita atau konsep. Sedangkan logos berarti ilmu. Jadi, secara harfiah ideologi artinya ilmu pengetahuan tentang ide-ide.

Menurut M. Sastraprated, ideologi sebagai seperangkat gagasan mengandung tiga unsur, yaitu :

  1. Berisi penafsiran atau pemahaman terhadap suatu kenyataan, artinya orang atau masyarakat dapat membuat penafsiran tentang keadaan berdasar ideologi.
  2. Berisi nilai-nilai yang dianggap baik dan diterima oleh msayarakat sebagai pedoman bertindak, artinya masyarakat dapat berbuat berdasarkan nilai yang dianggap baik.
  3. Memuat suatu orientasi tindakan, artinya ideologi merupakan suatu pedoman kegiatan untuk melaksanakan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Dalam kehidupan suatu bangsa, adanya ideologi sangat diperlukan. Ideologi dapat menjadikan suatu bangsa :

  1. Mampu memandang persoalan-persoalan yang dihadapinya dan menentukan arah serta cara bagaimana bangsa itu memecahkan persoalan-persolan yang dihadapi sehingga tidak terombang-ambing dalam menghadapi persoalan-persoalan besar. Baik yang berasal dari dalam masyarakat sendiri maupun dari luar.
  2. Memiliki pegangan dan pedoman bagaiaman ia memecahkan masalah-masalah politik, ekonomi, sosial dan budaya.
  3. Mempunyai pedoman bagaimana bangsa itu membangun dirinya.

Indonesia sebagai sebuah bangsa tentu membutuhkan ideologi nasional. Di dalam ideologi nasional tercantum seperangkat nilai yang dianggap baik dan cocok bagi masyarakat Indonesia. Nilai-nilai itu diterima dan diakui serta menjadi tujuan mulia dari bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia sudah sepakat bahwa nilai-nilai itu adalah nilai-nilai yang terkadnung dalam Pancasila. Pancasila adalah ideologi nasional dari bangsa Indonesia.

2.3.   Nilai-nilai Dasar yang Terkandung dalam Pancasila

Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak terlepas dari nilai. Nilai akan selalu berada di sekitar manusia dan melingkupi kehidupan manusia dalam segala bidang. Nilai amat banyak dan selalu berkembang. Adapun tingkatan nilai, yaitu :

  1. Nilai dasar, yaitu asas-asas yang kita terima sebagai dalil yang bersifat mutlak.
  2. Nilai instrumental, yaitu pelaksanaan umum dari nilai dasar. Umumnya berbentuk norma sosial dan norma hukum yang selanjutnya akan terkristalisasi dalam peraturan dan mekanisme lembaga-lembaga negara.
  3. Nilai praktis, yaitu nilai yang sesungguhnya kita laksanakan dalam kenyataan.

Adapun makna dari masing-masing nilai Pancasila adalah sebagai berikut :

  1. Nilai Ketuhanan yang Maha Esa

Nilai ini mengandung arti adanya pengakuan dan keyakinan bangsa terhadap adanya Tuhan sebagai pencipta alam semesta. Nilai ini menyatakan bangsa Indonesia adalah bangsa yang religius bukan bangsa yang ateis.

  1. Nilai Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Nilai ini mengandung arti kesadaran sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai moral dalam hidup bersama atas dasar tuntutan hati nurani dengan memperlakukan sesuatu hal sebagaimana mestinya.

  1. Nilai Persatuan Indonesia

Nilai ini mengandung makna usaha keras bersatu dalam kedaulatan rakyat untuk membina rasa nasionalisme dalam NKRI. Persatuan Indonesia sekaligus mengakui dan menghargai sepenuhnya terhadap keanekaragaman yang dimiliki Indonesia.

  1. Nilai Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan

Nilai ini mengandung makna suatu pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat dengan cara musyawarah mufakat melalui lembaga-lembaga perwakilan. Berdasarkan nilai ini, maka diakui paham demokrasi yang lebih mengutamakan pengambilan keputusan melalui musyawarah mufakat.

  1. Nilai Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Nilai ini mengandung makna sebagai dasar seklaigus tujuan, yaitu tercapainya masyarakat Indonesia yang adil dan makmur secara lahiriah maupun batiniah. Berdasarkan pada nilai ini, maka keadilan adalah nilai yang amat mendasar yang diharapkan oleh seluruh bangsa.

BAB III

PENUTUP 

3.1.  Kesimpulan

Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Kata Pancasila berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu panca artinya lima, dan sila artinya prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.

Tanggal 1 Juni dan 1 Oktober di negara Indonesia merupakan dua tanggal yang memiliki nilai histori yang sangat berarti bagi maju berkembangnya Pancasila sebagai ideologi negara. Tanggal 1 Juni diperingati sebagai lahirnya Pancasila. Sesungguhnya pada tanggal 1 Juni 1945, Soekarno bukanlah penemu maupun pencipta Pancasila. Ia hanyalah penggali kembali ideologi yang sudah lama ada di kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu kala.

Kata ideologi berasal dari Yunani yang terbentu dari kata idea artinya gagasan, ide, cita-cita atau konsep. Sedangkan logos berarti ilmu. Jadi, secara harfiah ideologi artinya ilmu pengetahuan tentang ide-ide.

Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak terlepas dari nilai. Nilai akan selalu berada di sekitar manusia dan melingkupi kehidupan manusia dalam segala bidang. Nilai amat banyak dan selalu berkembang. Begitu juga dengan nilai-nilai dasar Pancasila.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.pengertianahli.com/2013/05/pengertian-pancasila-sebagai-dasar.html

http://Ippkb.wordpress.com/2009/03/23/pancasila-6.html